Jumat, 04 Mei 2007

BELADIRI DIANJURKAN ISLAM


Tahukah Anda bahwa ilmu seni beladiri juga dianjurakan oleh Islam?
Ilmu beladiri sendiri sudah banyak dipraktekan sejak jaman primitif walau hanya menggunakan otot tanpa mementingkan teknik. Pada masa berdirinya Islam/ masa penyebaran Islam oleh Nabi Muhamad SAW juga banyak ilmu beladiri yang digunakan. Nabi Muhamad sendiri menganjurkan umatnya untuk menjadi kuat dan sehat. Dalam hadis juga disebutkan agar umat muslim dapat berlatih memanah, menunggang kuda dan berenana. Dalam prakteknya melawan kaum musyrikin, Nabi juga pernah menyuruh kepada kaumnya untuk bertarung tangan kosong tanpa senjata.


Bahkan pada zaman Nabi Muhammad saw, ketika terjadi perang-perang besar melawan kaum musyrikin dan kafirin, adu kepandaian berkelahi orang per orang --baik menggunakan tangan kosong, maupun menggunakan senjata (pedang atau tombak)-- seakan-akan menjadi tradisi "pembukaan perang" massal. Misalnya pada perang Badar, Sayyidina Ali dan Sayyidina Hamzah tampil melawan jago-jago berkelahi dari pihak kafir Quraisy. Setelah jago-jago Quraisy tersungkur mati, barulah perang massal dimulai.
Dalam keadaan berpuasa waktu itu denagn pihak kaum muslim yang berkekuatan 313 orang saja, umat Islam berhasil mengalahkan para musyrikin Quraisy yang berjumlah 950 orang dan dipimpin para pakar perang berpengalaman, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sufyan, dan Khalid bin Walid.

Walau pada jaman Nabi tidak ada silat, kungfu atau lain sejenisnya seperti sekarang, tapi Nabi Muhamad sendiri juga belajar beladiri/ ilmu perang. Hal itu yang membuat Beliau menjadi pemimpin perang yang unggul serta tidak terkalahkan dan selalu berjuang di barisan paling depan. (bayangkan pemimpin perang saat ini yang hanya menunggu musuh sampai pasukan terdepannya terlewati)

0 komentar: