Madiun (beritajatim.com)-Susanto (15) warga Desa Sobrah, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun tewas saat menjalani latihan silat di desanya. Korban diduga tewas setelah terkena tendangan pelatihnya.
Menurut salah seorang anggota keluarganya, Santo tewas, Sabtu (17/4/2010) malam saat ia bersama teman-temannya mengikuti latihan rutin silat yang biasa dilakukan 3 kali dalam seminggu. Hingga saat ini Santo masih tercatat sebagai siswa di SMPN 2 Wungu Madiun.
Pelatih santo dengan inisial ASB mengatakan, malam kemarin ia sedang melakukan latih tanding dengan korban. Pelatih yang masih duduk di bangku SMA kelas X kemudian menyerang korban dengan tendangan dan mengenani bagian perut korban. "Pas sparring Santo saya tendang pada bagian perut hingga pingsan," ujarnya saat acara pemakaman jenasah korban, Minggu (18/4/2010) siang.
Korban yang pingsan kemudian segera dibawa lari ke rumasakit oleh pelatih dan teman-temannya. Namun akibat tendangan yang mengenai bagian lambung membuat nyawanya tak tertolong lagi.
Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Wungu AKP Asih Dwi Yulianti mengatakan kejadian yang merenggut nyawa siswa SMP ini adalah murni kecelakan dan tidak ada unsur kesengajaan. “Petugas menilai kejadian ini murni kecelakaan saat latihan silat dan tak memenuhi unsur pidana. Jadi, hal itu tak kami proses. Kami hanya memintai keterangan saksi saat kejadian. Selain itu kami juga tidak menerima pengaduan dari keluarga korban,” jelas Asih
Korban yang pingsan kemudian segera dibawa lari ke rumasakit oleh pelatih dan teman-temannya. Namun akibat tendangan yang mengenai bagian lambung membuat nyawanya tak tertolong lagi.
Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Wungu AKP Asih Dwi Yulianti mengatakan kejadian yang merenggut nyawa siswa SMP ini adalah murni kecelakan dan tidak ada unsur kesengajaan. “Petugas menilai kejadian ini murni kecelakaan saat latihan silat dan tak memenuhi unsur pidana. Jadi, hal itu tak kami proses. Kami hanya memintai keterangan saksi saat kejadian. Selain itu kami juga tidak menerima pengaduan dari keluarga korban,” jelas Asih

0 komentar:
Posting Komentar