
26 April 2010, beberapa siswa SMA/SMK mulai mengawali hari mereka dengan perasaan dag dig dug. Di beberapa sekolah sudah ada yang mengadakan perpisahan untuk kelas XII, kejadian ini merupakan suatu jadwal yang rutin bagi sekolah di negeri kita. Tepat hari itu adalah hari pengumuman kelulusan ujian untuk SMA/SMK. Inilah detik yang paling ditunggu dan merupakan tahap untuk lulus atau tidaknya siswa belajar selama 3 tahun. Memang pada sebelumnya banyak siswa yang mengkritiki tentang adanya ujian nasional kepada pemerintah khususnya Menteri Pendidikan. Pantaskah sikap mereka...?
Menurut saya ujian sekolah itu mempunyai efek yang penting juga. Untuk apa kita belajar di sekolah selama 3 tahun jika kita tidak menampilkan pengetahuan kita? Ataukah kita selama ini hanya numpang duduk di sekolah idaman kita tanpa mendapat ilmu? (ingat orang tua kita yang bekerja keras untuk membiayai sekolah kita) Tujuan dari ujian sendiri adalah pemetaan mutu nasional, membawa implikasi ketidakadilan dengan kondisi sekolah yang berbeda. Selain itu ujian nasional juga digunakan untuk menjadi tolak ukur bagi siswa dan guru dalam sistem pendidikan. Yang nantinya akan membentuk generasi yang bekerja keras dan tidak lembek dalam menghadapi masa depan.
Dari hasil yang didapat, tingkat kelulusan yang ada ternyata menurun 3% dari tahun sebelumnya. Hal ini menjadi bahan koreksi bagi pemerintah untuk meningkatkan sistem pendidikan di negeri ini. Bagi siswa yang tidak lulus bukan berarti tidak ada harapan untuk mereka. Pemerintah juga mengadakan ujian susulan yang akan diadakan dalam waktu dekat.
Bila ada beberapa pihak yang menolak ujian nasional, mungkin itu merupakan hal yang biasa. Tak cuma mulai dari sekarang, sejak jaman dulu juga banyak pihak yang mengkritik pelaksanaan ujian nasional. Sebagai warga negara seharusnya kita mendukung ujian nasional guna memajukan kemajuan bangsa Indonesia khusunya di bidang pendidikan. Mungkin ujian nasional merupakan langkah yang baik yang diambil oleh pemerintah, bukan sebagai perusak generasi muda. Apakah negara tega mengambil keputusan yang dapat menghancurkan negaranya sendiri, tentunya tidak bukaan?

0 komentar:
Posting Komentar